Tanpa Protokoler, Gubernur Yulius Layani Anak Sekolah Minggu di GMIM Eben Heazer

resized_compressed_1770530329918

MANADO,CHANELPOST.com–  Suasana ibadah Sekolah Minggu di Gereja GMIM Eben Heazer Bumi Beringin terasa lebih riuh dari biasanya, Minggu pagi (8/2/2026).Bukan karena tata ibadah yang berbeda, melainkan tawa polos anak-anak yang memenuhi ruang gereja.

Di hadapan mereka berdiri sosok tamu yang tak biasa: Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE.
Tanpa jarak dan tanpa nuansa protokoler, Gubernur Yulius hadir bersama sang istri dan berdiri sebagai pelayan anak-anak.

Dengan senyum hangat dan bahasa yang sederhana, ia menyapa para siswa Sekolah Minggu yang menyambutnya penuh antusias.
Firman Tuhan yang dibagikannya diambil dari Injil Markus 10:13 tentang kasih Yesus kepada anak-anak.

“Tuhan sangat mengasihi anak-anak. Karena itu, kalian juga harus belajar saling mengasihi,” ucapnya lembut,

disambut anggukan dan senyum ceria anak-anak.
Ia mengajak para siswa membiasakan diri berdoa sebelum beraktivitas, serta menumbuhkan kasih sejak dini dalam kehidupan sehari-hari. Pesan sederhana namun sarat makna pun disampaikannya.

“Jangan lupa doakan papa dan mama supaya selalu sehat dan kuat bekerja untuk keluarga,” tuturnya.

Suasana ibadah kian cair melalui dialog ringan, candaan, serta sesi tanya jawab yang memancing gelak tawa. Anak-anak tampak lepas, sementara jemaat menikmati momen kebersamaan yang jarang terjadi.

Bagi jemaat GMIM Eben Heazer, kehadiran Gubernur Yulius sebagai “Engku Sekolah Minggu” bukan sekadar simbol. Julukan itu lahir dari perjalanan hidupnya sebagai mantan guru Sekolah Minggu.

Di tengah kesibukannya sebagai kepala daerah, Yulius memilih kembali ke mimbar sederhana — tempat pelayanan tulus itu bermula. Momen penuh kehangatan tersebut pun diabadikan jemaat, menjadi kenangan iman yang sarat makna dan keteladanan.(NalBido)