Kuliah Umum Gubernur Sulut di Universitas Klabat: Strategi Pembangunan Berbasis The Art of War

MANADO, CHANELPOST.com — Suasana akademik Universitas Klabat tampak semarak dengan kehadiran Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, yang membawakan kuliah umum di hadapan civitas akademika dan para siswa SMA, Kamis (26/2/2026).

 

Mengawali sambutannya dengan salam lintas agama, Gubernur menyampaikan rasa syukur dapat hadir dan berdialog langsung dengan kalangan akademisi. Ia juga menyapa Rektor Prof. Dani Rantung serta jajaran pejabat daerah yang turut hadir.

 

Dengan latar belakang 34 tahun sebagai prajurit, termasuk 23 tahun di korps baret merah serta pengalaman di bidang intelijen dan Kementerian Pertahanan, Yulius menghadirkan perspektif berbeda dalam memaparkan strategi pembangunan daerah. Ia mengaitkannya dengan filosofi klasik The Art of War karya Sun Tzu dari abad ke-5 sebelum masehi.

 

Filosofi “kenali dirimu dan kenali musuhmu”, menurutnya, relevan untuk membaca potensi sekaligus kelemahan Provinsi Sulawesi Utara. Ia menekankan pentingnya strategi yang matang dalam mengelola sumber daya dan menghadapi tantangan global.

 

Soroti Potensi Maritim dan Nilai Tambah
Gubernur memaparkan posisi strategis Sulawesi Utara sebagai pintu gerbang Asia Pasifik dengan 78 persen wilayah berupa lautan. Namun, kekayaan laut dinilai belum memberi dampak maksimal bagi daerah.

 

Ia mencontohkan, nilai ekspor hasil laut mencapai sekitar Rp1,3 triliun per tahun, tetapi seluruhnya dikirim ke Jakarta tanpa menciptakan nilai tambah signifikan di daerah. Bahkan pada 2024, pendapatan asli provinsi dari hasil ikan laut hanya sekitar Rp635 juta.

 

Kondisi ini, kata dia, tidak boleh dijawab dengan target yang minim. Saat ada usulan kenaikan pendapatan menjadi Rp1,3 miliar, ia justru mendorong lompatan hingga Rp1,3 triliun. Menurutnya, dibutuhkan terobosan besar, optimalisasi SDM unggul, serta penggalian aset daerah yang belum tergarap maksimal.

 

Salah satu contoh yang disinggung adalah upaya menghidupkan kembali Manado Beach Hotel yang telah tutup selama dua dekade dan kini mulai diminati investor.

 

Strategi Geopolitik dan Pertahanan Ekonomi
Dari sisi demografi dan geografis, Sulawesi Utara memiliki sekitar 2,6 juta penduduk dengan ribuan pulau, termasuk 12 pulau terluar yang berbatasan dengan Filipina. Wilayah ini juga menjadi lintasan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II dan III, jalur strategis pelayaran internasional.

 

Menurut Gubernur, kondisi tersebut menuntut kewaspadaan serta strategi pertahanan ekonomi yang kuat, mengingat aktivitas kapal internasional berlangsung baik di permukaan maupun bawah laut.

 

Pendidikan Karakter dan Capaian Strategis
Selain membahas ekonomi dan geopolitik, ia menekankan pentingnya pendidikan karakter. Mahasiswa dan siswa didorong tidak hanya mengasah kecerdasan intelektual, tetapi juga membangun mental dan integritas. Keseimbangan antara kecerdasan dan hati nurani dinilai penting agar ilmu yang diperoleh berdampak nyata bagi pembangunan.

 

Dalam satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay, sejumlah capaian turut dipaparkan. Inflasi Sulawesi Utara disebut berhasil ditekan di angka 3,04 persen pada akhir Februari 2025, lebih rendah dari inflasi nasional. Realisasi investasi sebesar Rp1,8 triliun di Minahasa Utara dan Bitung juga diklaim membuka sekitar 18.000 lapangan kerja.
Ia juga mengumumkan bahwa Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Sulawesi Utara akhirnya diparipurnakan di DPRD setelah lama tidak diperbarui.

 

Dengan payung hukum baru ini, investor diharapkan memiliki kepastian dalam menanamkan modal di sektor pertanian, perkebunan, perumahan, hingga perikanan.

 

Menutup kuliah umum, Gubernur mengajak generasi muda untuk aktif, kreatif, dan inovatif. Pendidikan, tegasnya, bukan sekadar mengejar gelar, melainkan membangun keterampilan dan spesialisasi agar mampu menjawab tantangan dunia nyata.(NalBido)