Vanda Sarundajang dan Para Praja: Membawa Negara Lebih Dekat ke Warga

Minahasa,Chanelpost.com – Balai Desa Kayuuwi pada Selasa pagi itu ramai oleh semangat yang berbeda. Bukan untuk rapat rutin atau perayaan adat, melainkan untuk suatu kemudahan yang dinanti-nanti. Puluhan warga dari berbagai pelosok Kawangkoan Barat sudah antre, memegang dokumen-dokumen penting, dengan harapan terpancar jelas di wajah mereka. Mereka datang untuk mengurus sesuatu yang fundamental: identitas mereka di era digital.

Suasana semakin hangat dengan kedatangan Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang. Dengan senyum khasnya yang menenangkan, ia menyapa warga satu per satu, seolah mengundang cerita dari setiap dokumen yang mereka bawa. Kehadirannya bukan sekadar formalitas seremonial, melainkan simbol komitmen pemerintah hadir langsung ke tengah kesulitan warga. “Ini tentang mempermudah hidup masyarakat,” ucapnya dalam sambutan pembuka, menyiratkan filosofi dari kegiatan ‘jemput bola’ ini.

Kegiatan yang resmi dibuka tersebut bertajuk ‘Jemput Bola’ (Jebol), sebuah istilah yang tepat menggambarkan inisiatif ini. Biasanya, warga harus menempuh jarak dan waktu untuk mengurus aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) atau administrasi kependudukan lain di kantor dinas. Kali ini, meja-meja pelayanan didirikan di balai desa. Petugas dari Dinas Dukcapil siap mendata, merekam, dan memandu proses dengan sabar, memindahkan ‘kantor negara’ ke jantung komunitas. Selasa (20/1/2026)

Yang unik, di balik layanan ini ada semangat pembelajaran. Kegiatan ini merupakan buah sinergi dengan para Praja (taruna) Program Magang II Satuan Praja Muda IPDN Kampus Sulawesi Utara Angkatan 35. Ditemani oleh Direktur IPDN Kampus Sulut, mereka tak hanya mengamati, tetapi terjun langsung melayani. Bagi mereka, ini adalah ruang kelas sesungguhnya untuk memahami kompleksitas dan sekaligus kehangatan pelayanan publik di tingkat akar rumput.

Antusiasme warga pun terjawab. Seperti yang dirasakan Sari, ibu rumah tangga dari desa tetangga, “Saya sudah lama ingin urus ini, tapi terkendala jarak dan urusan keluarga. Dengan ada di sini, sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui.” Cerita Sari mewakili ratusan warga lainnya yang merasakan efisiensi waktu dan tenaga. Antrean panjang adalah bukti nyata betapa kebutuhan akan layanan yang dekat dan humanis sangat tinggi.

Keseriusan agenda ini juga tercermin dari kehadiran seluruh jajaran pimpinan di tingkat kecamatan hingga desa. Kepala Dinas Dukcapil Minahasa, Camat Kawangkoan Barat, dan Hukum Tua (Kepala Desa) Kayuuwi hadir bukan hanya sebagai figur, tetapi sebagai pengawas dan penjamin kelancaran. Kehadiran mereka memperkuat pesan bahwa inovasi pelayanan membutuhkan kolaborasi dari tingkat kabupaten hingga RT.

Menutup kunjungannya, Wabup Vanda Sarundajang berpesan bahwa kegiatan ‘Jemput Bola’ ini bukan proyek satu kali. Ini adalah bagian dari komitmen berkelanjutan Pemkab Minahasa untuk mendobrak sekat birokrasi. “Pelayanan yang cepat, efektif, dan langsung menjangkau masyarakat adalah hak warga, bukan fasilitas,” tegasnya. Langkah di Kayuuwi ini diharapkan menjadi preseden baik, yang akan terus ‘dijebol’ ke kecamatan-kecamatan lain, membawa negara semakin dekat kepada rakyatnya. (Josel)