Sulut Awali Peringatan HUT ke-80 RI: Refleksi, Aksi, dan Semangat Maju Bersama

Sulut Awali Peringatan HUT ke-80 RI: Refleksi, Aksi, dan Semangat Maju Bersama

Sulut, ChanelPost.com — Langit Sulawesi Utara pagi itu tampak cerah, seolah turut menyambut dimulainya perjalanan menuju peringatan 80 tahun kemerdekaan Indonesia. Di halaman Kantor Gubernur, suasana khidmat berpadu dengan semangat kebangsaan saat Gubernur Yulius Selvanus Komaling (YSK) memimpin apel pencanangan HUT RI.

Momentum ini bukan sekadar seremoni, tapi penanda dimulainya rangkaian kegiatan yang sarat makna—dari lomba gerak jalan hingga program keringanan pajak. Semua dirancang untuk mempererat persatuan, menumbuhkan semangat gotong royong, dan mengajak masyarakat terlibat aktif membangun negeri.

Dalam pidatonya, Gubernur YSK menyampaikan pesan reflektif. Usia 80 tahun, menurutnya, bukan angka biasa. Itu adalah simbol kedewasaan sebuah bangsa yang telah melewati badai sejarah, namun tetap berdiri kokoh. “Pertanyaannya sekarang, apa yang sudah kita berikan untuk bangsa ini?” ujarnya lugas. Sebuah kalimat yang mengajak setiap individu menakar peran dan kontribusinya, tak hanya menikmati hasil kemerdekaan.

Tema besar tahun ini, “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, ditegaskan YSK bukan sekadar slogan. Di dalamnya terkandung arah dan semangat pembangunan. Persatuan sebagai landasan, kedaulatan sebagai harga mati, kesejahteraan sebagai tujuan, dan kemajuan sebagai komitmen bersama.

Kehadiran para ASN, pejabat daerah, hingga masyarakat dalam apel itu menjadi bukti bahwa peringatan kemerdekaan bukan tanggung jawab pemerintah semata. “Kita semua adalah bagian dari perjalanan ini. Setiap langkah hari ini akan menentukan wajah Indonesia ke depan,” kata Gubernur, menggugah kesadaran kolektif.

Salah satu kegiatan yang mencuri perhatian adalah lomba gerak jalan dengan rute unik: 17 km, 8 km, dan 45 km—angka yang merangkum tanggal bersejarah, 17 Agustus 1945. Sebuah inovasi yang menyatukan semangat nasionalisme dengan gaya hidup sehat.

Tak hanya euforia, Pemprov Sulut juga menunjukkan empati melalui peluncuran Program Keringanan Pajak Merah Putih. Inisiatif ini diharapkan mampu membantu masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil, sembari menumbuhkan kembali rasa cinta tanah air melalui tindakan nyata.

Gubernur YSK menutup apel dengan ajakan sederhana namun dalam: jadikan peringatan kemerdekaan sebagai titik awal perubahan. “Ini bukan soal upacara, tapi soal aksi. Karena kemajuan bangsa lahir dari kontribusi kecil yang dilakukan terus-menerus,” tuturnya penuh harap.

Semangat apel hari itu menyala—bukan hanya di barisan peserta, tetapi juga di benak mereka yang hadir. Delapan dekade merdeka bukan akhir, melainkan pengingat bahwa bangsa ini masih dan akan terus bertumbuh.

“Merdeka!” seru Gubernur di akhir sambutannya, disambut sorak tepuk tangan yang membahana. Sebuah pekik yang bukan hanya menggema di udara, tapi semoga juga di hati setiap anak bangsa.

(Ivan)