Minahasa, Chanelpost.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan ke-80 pada Senin, 10 November 2025, di Lapangan DR. Sam Ratulangi. Upacara ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh segenap jajaran pemerintah serta Forkopimda setempat.
Inspektur Upacara (Irup), Komandan Kodim 1302/Minahasa Letkol Inf Bonaventura Ageng F.S., memimpin langsung jalannya upacara. Dalam amanat Menteri Sosial yang dibacakannya, ditekankan pentingnya meneladani nilai-nilai kepahlawanan di era modern.
Bupati Minahasa, Robby Dondokambey S.Si., M.A.P., hadir secara langsung didampingi Wakil Bupati Vanda Sarundajang S.S. dan Sekretaris Daerah Dr. Lynda D. Watania M.M., M.Si. Turut hadir dalam kesempatan tersebut seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Harian Lepas (THL) Pemkab Minahasa.
Usai upacara, Bupati Robby bersama Forkopimda dan jajaran pemerintah daerah melanjutkan rangkaian kegiatan dengan melakukan ziarah ke makam Pahlawan Nasional Dr. G.S.S.J. Ratulangi di Tondano. Kegiatan ziarah ini diisi dengan tradisi tabur bunga sebagai bentuk penghormatan.
Di Taman Makam Pahlawan, Bupati Dondokambey menyampaikan pesan tentang makna ziarah ini. “Ziarah ini adalah penegasan kembali komitmen kami untuk menjadikan semangat perjuangan pahlawan, khususnya Dr. Sam Ratulangi, sebagai pijakan dalam membangun Minahasa,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa semangat tersebut harus diwujudkan dalam tindakan nyata. “Kita harus bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus,” tegas Bupati.
Sebelumnya, pada puncak upacara, Bupati Robby Dondokambey didampingi Wabup dan Sekda menyerahkan secara simbolis piagam penghargaan kepada tiga orang penerima. Mereka adalah Heni Eliana BR Padang dan Ekklesia Vivi Rakian (keduanya dari Kecamatan Kakas Barat), serta Daisy Sumolang dari Kecamatan Kawangkoan.
Amanat Menteri Sosial yang dibacakan Irup mengutip pesan mendalam, “Kehormatan sejati bukan pada posisi yang dimiliki, tetapi pada manfaat yang ditinggalkan.” Kutipan ini menjadi penekanan tentang esensi pengabdian yang sesungguhnya.
Amanat tersebut juga menegaskan bahwa bentuk perjuangan pada masa kini telah berubah. Perjuangan kini harus diwujudkan dengan mengedepankan ilmu pengetahuan, empati, dan pengabdian, yang menggantikan peran bambu runcing di masa lalu.
Peringatan Hari Pahlawan tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi ritual seremonial belaka. Momentum ini dijadikan Pemkab Minahasa untuk memelihara ingatan kolektif masyarakat terhadap sejarah perjuangan bangsa.
Dengan demikian, nilai-nilai kepahlawanan dapat diaktualisasikan dan menjadi modal utama dalam memacu pembangunan daerah menuju Minahasa yang lebih maju dan sejahtera di masa depan. (JS)











