Dalam Khidmat Natal PDAM Minahasa,Bupati Robby Serukan Transformasi Pola Pikir dan Pelayanan yang Tulus

Minahasa, Chanelpost.com – Suasana khidmat dan sukacita Natal mengisi Kantor PDAM Minahasa di Tondano, Selasa pagi. Keluarga besar perusahaan daerah air minum itu berkumpul dalam Ibadah Perayaan Natal Yesus Kristus, yang dihadiri langsung oleh Bupati Minahasa Robby Dondokambey bersama sejumlah pejabat pemerintahan.

Ibadah yang dipimpin oleh Pendeta Audrey Sumenge tersebut mengambil tema pembelajaran dari perjalanan Orang-orang Majus sebagaimana tercantum dalam Kitab Matius 2:1-12. Dalam khotbahnya, Pendeta Audrey menekankan pentingnya membersihkan hati dari sifat ketamakan dan keserakahan, seraya mengingatkan agar pelayanan kepada masyarakat dilaksanakan dengan tulus dan tanpa pilih kasih.

“Jangan menjadi pribadi yang rakus dan tamak, jangan seperti Herodes. Dalam memberikan pelayanan, kita tidak boleh pilih-pilih. Bawalah kabar sukacita agar senantiasa diberkati,” tegas Pendeta Audrey di hadapan jajaran direksi dan karyawan PDAM. Ia juga menyelipkan apresiasi terhadap sosok Bupati Robby, yang dinilainya sebagai pemimpin yang rendah hati dan murah senyum.

Dalam sambutannya, Bupati Robby Dondokambey mengungkapkan rasa syukur dapat berkumpul kembali dengan keluarga besar PDAM Minahasa. Kehadirannya ini, menurutnya, bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan bentuk ikatan emosional yang erat. “Saya harus hadir di sini. Meski baru tiba dari Jakarta kemarin pagi, saya ingin memberikan dukungan langsung,” ujarnya.

Ikatan emosional itu berangkat dari pengalaman Bupati Robby yang pernah berjuang bersama para karyawan PDAM selama lebih dari dua tahun pada periode sebelumnya. Ia menegaskan komitmennya untuk mendorong PDAM Minahasa dibangun dengan semangat dan paradigma yang baru, yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan.

Bupati juga menyampaikan kabar membanggakan terkait keberhasilan lobi pemerintah daerah ke Jakarta. Berkat upaya tersebut, Minahasa akan menerima bantuan pengadaan kendaraan Damkar dan pengangkut sampah dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. “Minahasa adalah daerah terakhir yang mengajukan dari sembilan daerah, tetapi justru yang pertama direalisasikan,” jelasnya dengan penuh apresiasi.

Lebih lanjut, Bupati menekankan perlunya transformasi pola pikir (mindset) di dalam tubuh PDAM Minahasa. Ia berharap semangat Natal yang mengedepankan perdamaian dan kasih dapat diterjemahkan ke dalam lingkungan kerja yang lebih profesional dan berintegritas. “Pelayanan air bersih adalah kebutuhan dasar publik yang harus dipenuhi secara maksimal,” tegasnya.

Dia menambahkan pesan spiritual yang dalam, “Berikanlah yang terbaik untuk perusahaan ini. Sebab, apa yang terbaik yang kita berikan untuk pekerjaan, pada hakikatnya adalah persembahan terbaik kita untuk Tuhan.” Pesan ini ia sampaikan untuk mengukuhkan makna kerja sebagai bentuk ibadah dan pengabdian.

Pada kesempatan yang sama, Direktur PDAM Minahasa Denny Tangkere menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran dan dukungan penuh pemerintah kabupaten. Ia mengakui bahwa tantangan operasional sering kali memerlukan pengorbanan extra time dari para pegawai, termasuk berjaga hingga malam demi menjaga kontinuitas distribusi air.

Denny menegaskan bahwa kebersamaan dalam momentum Natal ini akan menjadi bekal moral untuk terus berbenah dan meningkatkan kinerja. “Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki layanan di bawah topangan dan arahan Pemerintah Kabupaten Minahasa,” pungkasnya.

Ibadah tersebut ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan PDAM Minahasa dan kesejahteraan seluruh masyarakat. Acara berlangsung hangat, dipenuhi canda dan tawa, mencerminkan kebersamaan yang tidak hanya bersifat kerja, tetapi juga kekeluargaan. (JS)