Minahasa, Chanelpost.com – Raut kebahagiaan terpancar dari wajah Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si, MAP. Di tengah kesibukannya memimpin daerah, orang nomor satu di Kabupaten Minahasa itu berhasil menyelesaikan studi doktoralnya di Program Studi Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Manado. Capaian akademik tertinggi itu diraihnya dengan predikat Cum Laude, sebuah pencapaian yang tidak hanya membanggakan pribadi dan keluarga, namun juga seluruh masyarakat Minahasa.
Ujian Promosi Doktor yang berlangsung di Gedung Training Center Universitas Negeri Manado, Tondano, berjalan dalam suasana akademik yang khidmat. Rektor UNIMA Dr. Joseph Philip Kambey, SE, Ak, MBA bertindak sebagai pimpinan sidang, didampingi para guru besar dan tim penguji. Sidang yang digelarJumat, (13/2/2026) itu menjadi puncak dari perjalanan akademik panjang yang ditempuh Bupati di sela-sela tugas pemerintahannya.
Disertasi yang diangkat dalam ujian terbuka tersebut berjudul “Analisis Kualitas Pembangunan Sumber Daya Manusia di Kabupaten Minahasa”. Topik ini dinilai sangat strategis karena menyentuh langsung persoalan mendasar pembangunan di daerah. Bupati tidak sekadar mengejar gelar, melainkan menyusun riset yang aplikatif bagi kebijakan pemerintah yang dipimpinnya.
Momen bersejarah itu turut disaksikan oleh keluarga inti, yakni istri tercinta Martina W. Dondokambey Lengkong, SE serta putri Sarah Dondokambey, SH, MH. Kehadiran mereka menjadi penyemangat sekaligus saksi perjalanan akademik yang telah dijalani dengan penuh dedikasi. Tak hanya keluarga, jajaran pemerintahan dan legislatif juga tampak hadir memberikan dukungan.
Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, SS, Wakil Bupati Minahasa Utara Kevin W. Lotulung, SH, MH, Ketua DPRD Minahasa Drs. Robby Longkutoy, MM bersama anggota dewan, Sekretaris Kabupaten Minahasa Dr. Lynda D. Watania, MM, MSi, serta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa memadati ruang sidang. Kehadiran para pemimpin dan pejabat daerah ini menunjukkan besarnya perhatian terhadap pencapaian akademik sang Bupati.
Usai menjalani ujian, Bupati Robby Dondokambey menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Ia merasa lega dan bahagia karena seluruh rangkaian proses akademik dapat dilalui dengan baik. Pencapaian ini menurutnya bukan sekadar tambahan gelar, melainkan buah dari kerja keras dan komitmen untuk terus belajar meski telah memikul tanggung jawab besar sebagai kepala daerah.
Penghargaan setinggi-tingginya disampaikan Bupati kepada seluruh civitas akademika UNIMA. Kepada Rektor, para guru besar, tim penguji, serta para dosen pembimbing, ia menyampaikan terima kasih atas bimbingan, motivasi, dan pendampingan yang diberikan selama menempuh pendidikan. Dukungan dari lingkungan akademik menjadi faktor penting dalam keberhasilan ini.
Capaian ini memiliki makna khusus karena disertasi yang ditulis langsung menyasar isu pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Minahasa. Bupati berharap hasil penelitiannya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan daerah, khususnya di bidang pendidikan dan peningkatan kapasitas aparatur. Ia ingin ilmu yang diperolehnya tidak berhenti di atas kertas, tetapi membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
Lebih dari sekadar prestasi pribadi, gelar doktor yang disandangnya diharapkan menjadi inspirasi bagi lingkungan pemerintahan. Bupati mendorong seluruh Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemkab Minahasa untuk terus meningkatkan kompetensi melalui jalur pendidikan. Menurutnya, kemajuan daerah sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusianya.
Semangat untuk terus belajar dan mengembangkan diri inilah yang ingin ditanamkan dalam birokrasi pemerintahan. Dengan sumber daya manusia yang unggul dan berwawasan luas, pelayanan publik dapat berjalan lebih baik dan pembangunan daerah dapat diakselerasi. Bupati percaya bahwa investasi pada pendidikan adalah fondasi utama kemajuan Minahasa.
Suasana haru dan bangga mewarnai akhir sidang terbuka tersebut. Bupati Robby Dondokambey resmi menyandang gelar doktor, menambah deretan panjang dedikasinya bagi kemajuan Kabupaten Minahasa. Ia pulang tidak hanya membawa gelar akademik, melainkan juga tanggung jawab moral untuk menerjemahkan ilmu ke dalam kebijakan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan rakyat. (Josel)











