Bupati dan Wabup Minahasa Sampaikan Belasungkawa di Tengah Keluarga Berduka

Minahasa, Chanelpost.com – Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga Pangkerego di Desa Wioi, Kecamatan Ratahan Timur, Rabu (28/1/2026) petang. Di rumah duka itu, sebuah ibadah penghiburan digelar untuk mengenang dan mendoakan Alm. Max Pangkerego, sang ayah dari Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Minahasa.

Kehadiran dua pucuk pimpinan daerah, Bupati Minahasa Robby Dondokambey, SSi, MAP, dan Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, SS, semakin menegaskan makna kebersamaan dalam pemerintahan. Kedatangan mereka bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata kepedulian dan solidaritas dari keluarga besar Pemkab Minahasa.

Rombongan pimpinan daerah itu tak sendirian. Mereka turut didampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, MM, M.Si., serta Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa, Ny. Martina W. Dondokambey-Lengkong, SE. Kehadiran para pejabat tinggi ini mencerminkan penghormatan mendalam terhadap salah satu keluarga bagian dari lingkaran pemerintahan daerah.

Ibadah yang khidmat dan penuh pengharapan itu menjadi ruang bagi seluruh yang hadir untuk menguatkan keluarga yang berduka. Dalam kesunyian yang menyentuh, doa-doa dipanjatkan untuk kemuliaan almarhum di sisi Sang Pencipta.

Bupati Robby Dondokambey, mewakili Pemerintah Kabupaten dan seluruh masyarakat Minahasa, menyampaikan belasungkawa yang tulus dan mendalam. “Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan, penghiburan, serta ketabahan dalam menghadapi dukacita ini,” ujar Dondokambey dengan penuh empati.

Kata-kata sang Bupati bukanlah sekadar ucapan, melainkan representasi dari rasa kehilangan yang turut dirasakan oleh seluruh jajaran pemerintah. Kepergian Max Pangkerego telah menyisakan duka bagi anaknya yang mengabdi untuk daerah, dan Pemkab Minahasa turut merasakan hal yang sama.

Seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa yang hadir turut memanjatkan doa. Mereka berharap agar almarhum, yang telah melahirkan seorang abdi negara, mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Dukungan moral ini menjadi penyambung tali persaudaraan di tengah kesedihan.

Kehadiran para pemimpin dan keluarga besar Pemkab Minahasa di sudut wilayah Minahasa Tenggara ini menegaskan bahwa pemerintahan yang humanis dan berempati adalah inti dari pelayanan. Di balik dinamika kerja sehari-hari, ada ikatan kemanusiaan yang kuat, yang dirawat tepat di saat salah satu bagian dari keluarga besar itu berduka. (JS)