Lapas Tondano Awali 2026 dengan Komitmen Kinerja, Fokus pada 15 Program Aksi Kemenimipas

Minahasa, Chanelpost.com – Suasana penuh kesungguhan menyelimuti ruang pertemuan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tondano, Minahasa, pada Senin (6/1). Di hadapan Kepala Lapas, Akhmad Sobirin Soleh, seluruh pejabat eselon IV dan V secara khidmat menandatangani Perjanjian Kinerja Tahun 2026. Momen simbolis ini menandai tekad kolektif untuk mengawali tahun dengan komitmen kerja yang lebih terukur dan akuntabel.

Penandatanganan tersebut bukan sekadar ritual administratif tahunan, melainkan sebuah langkah strategis untuk menyelaraskan denyut nadi setiap unit di Lapas Tondano dengan arah kebijakan nasional. Fokusnya jelas: mendukung penuh implementasi 15 Program Aksi yang digaungkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kemenkumham/Ditjen PAS).

Usai penguatan komitmen melalui tanda tangan, Kalapas Akhmad Sobirin Soleh langsung memimpin rapat dinas perdana di tahun 2026. Rapat yang dihadiri seluruh pejabat struktural dan jajaran ini menjadi platform penting untuk melakukan refleksi sekaligus proyeksi. Dengan membuka catatan evaluasi kinerja 2025, kepemimpinan Lapas ingin setiap pencapaian dan kekurangan menjadi pijakan yang nyata untuk melangkah ke depan.

Dalam arahannya, Kalapas menekankan dengan tegas bahwa Perjanjian Kinerja yang telah ditandatangani harus hidup dalam aksi nyata. “Dokumen ini harus menjadi pedoman kerja yang operasional, diterjemahkan ke dalam program dan kegiatan konkret di lapangan. Bukan hanya angka target, tetapi bagaimana dampaknya mendukung 15 Program Aksi Ditjen PAS,” tegas Sobirin.

Ia menguraikan bahwa keseluruhan program kerja tahun 2026 harus bernapaskan pada penguatan integritas aparat, peningkatan kualitas pelayanan kepada warga binaan dan masyarakat, serta optimalisasi sistem pembinaan dan pengamanan. Seluruhnya merupakan kontribusi nyata Lapas Tondano dalam agenda besar reformasi birokrasi dan transformasi sistem pemasyarakatan.

Dukungan terhadap 15 Program Aksi Ditjen PAS, yang mencakup berbagai aspek seperti digitalisasi, pembinaan kepribadian, kemandirian warga binaan, dan peningkatan kapasitas SDM, diharapkan tidak bersifat parsial. Melainkan, terintegrasi dalam setiap proses bisnis lembaga, mulai dari penerimaan, pembinaan, hingga persiapan pembebasan.

Melalui dua kegiatan kunci di awal tahun ini, Lapas Kelas IIB Tondano secara resmi menyatakan telah menyatukan langkah dan visi. Semua sumber daya, mulai dari level pimpinan hingga pelaksana lapangan, diharapkan bergerak dalam satu irama yang sama menuju kinerja yang profesional dan berorientasi pada hasil.

Dengan fondasi perencanaan yang matang dan komitmen yang diperkuat secara formal, Lapas Tondano bertekad untuk tidak hanya berbenah internal, tetapi juga aktif berkontribusi pada kesuksesan program strategis pemerintah. Tahun 2026 diyakini menjadi tahun untuk membuktikan kinerja yang lebih baik, lebih transparan, dan berdampak positif bagi sistem pemasyarakatan di Indonesia. (Josel)