KIBAR Angkat Topi untuk Kapolres Boltim Usai Penertiban PETI di Motongkad

BOLTIM, CHANELPOST.com  — Operasi penertiban Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Perkebunan Mintu, Desa Atoga, Kecamatan Motongkad, Bolaang Mongondow Timur, Rabu (8/7/2026), langsung memantik respons dari Komunitas Independen Berdasarkan Azas Rakyat (KIBAR).

Wakil Ketua Umum DPP KIBAR, Frangky Ngantung, menyampaikan apresiasi atas langkah Polres Boltim yang turun langsung ke lokasi tambang ilegal tersebut.

Operasi yang dipimpin Kapolres Boltim AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan SH MSi., itu dinilai sebagai jawaban atas keresahan publik terhadap aktivitas PETI yang selama ini terus membayangi kawasan Motongkad.

Bagi KIBAR, penertiban itu bukan hanya menyangkut pelanggaran izin, tetapi juga berkaitan dengan ancaman kerusakan lingkungan, keselamatan warga, potensi konflik sosial, hingga kerugian negara.

“Kami mengapresiasi langkah Polres Boltim yang turun langsung menertibkan PETI di wilayah Motongkad. Ini menunjukkan komitmen aparat penegak hukum dalam merespons aktivitas tambang ilegal yang selama ini menjadi perhatian publik, terutama karena dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujar Frangky.

Menurut dia, kehadiran aparat di lokasi PETI memberi pesan bahwa aktivitas pertambangan tanpa izin tidak bisa dibiarkan berjalan tanpa pengawasan.

Penindakan seperti ini, kata Frangky, penting agar penegakan hukum tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar hadir di lapangan.

“PETI bukan persoalan kecil. Dampaknya luas. Lingkungan bisa rusak, keselamatan warga terancam, potensi konflik sosial terbuka, dan negara juga dirugikan. Karena itu, langkah penindakan seperti yang dilakukan Polres Boltim patut diapresiasi dan perlu terus dilanjutkan,” katanya.

Waketum KIBAR juga menilai AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan layak mendapat penghargaan karena memimpin langsung operasi penertiban di lapangan.

Ia berharap langkah serupa tidak berhenti pada satu momentum, tetapi berlanjut di titik-titik lain yang terindikasi menjadi lokasi PETI di Boltim.

Menurut dia, konsistensi penindakan dibutuhkan untuk memberi efek jera sekaligus menunjukkan kehadiran negara dalam melindungi masyarakat dan lingkungan. (Her’N)