Jakarta, Chanelpost.com – Di bawah langit Jakarta yang cerah pada Jumat pagi, sebuah langkah strategis ditempuh duet pemimpin Kabupaten Minahasa. Bup⇐ati Robby Dondokambey dan Wakil Bupati Vanda Sarundajang, dengan penuh kesadaran akan pentingnya fondasi spiritual dalam pembangunan, sengaja menyambangi jantung pemerintahan. Kedatangan mereka bukan sekadar kunjungan formal, melainkan misi proaktif untuk merajut sinergi yang lebih kuat antara kebijakan pusat dan realitas akar rumput di Minahasa.
Pertemuan hangat pun terjalin di kantor Kementerian Agama RI, dengan Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, Pdt. Johni Tilaar, sebagai tuan rumah. Kehadiran Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa, Ny. Martina W. Dondokambey-Lengkong, dalam rombongan ini menambah nuansa holistik pendekatan mereka. Hal ini menegaskan bahwa pembangunan rohani tidak hanya urusan institusi keagamaan, tetapi juga sangat terkait dengan peran dan ketahanan keluarga.
Bupati Robby Dondokambey, dalam dialog tersebut, menegaskan komitmennya untuk menyelaraskan gerak pembangunan daerah dengan visi nasional. “Kami terus membangun komunikasi dengan pemerintah pusat agar program keagamaan memiliki dampak langsung bagi kualitas kehidupan beriman masyarakat Minahasa,” ungkapnya. Pernyataan ini mencerminkan kesadaran bahwa kebijakan yang top-down harus berbuah nyata dalam kehidupan sehari-hari warga.
Wakil Bupati Vanda Sarundajang menyoroti aspek lain yang tak kalah krusial: kolaborasi. Menurutnya, sinergi lintas lembaga adalah kunci untuk memperkuat pelayanan publik di bidang keagamaan. Koordinasi yang erat ini, ia yakini, akan membuka akses dukungan program pusat yang dapat memperkokoh kerukunan umat beragama di tanah Minahasa, yang dikenal sebagai daerah dengan pluralitas yang harmonis.
Peran Ny. Martina Dondokambey-Lengkong dalam forum ini memberikan perspektif unik. Kehadirannya mengingatkan semua pihak bahwa keluarga adalah unit pertama dan utama dalam membina iman dan nilai-nilai kerukunan. Strategi pembinaan dari lingkup terkecil inilah yang diharapkan dapat menjadi benteng kokoh bagi ketahanan sosial masyarakat secara keseluruhan.
Mendengar paparan dan komitmen tersebut, Pdt. Johni Tilaar menyambutnya dengan apresiasi tinggi. Ia menilai keseriusan pimpinan daerah yang turun langsung mengawal isu keagamaan merupakan modal sosial yang sangat berharga. Menurutnya, kepemimpinan yang peduli akan dimensi spiritual seperti ini adalah resep utama untuk menciptakan harmoni sosial yang berkelanjutan dan autentik.
Kunjungan kerja yang juga dihadiri oleh jajaran Kabag Umum dan Kabag Protokoler Pemkab Minahasa ini pun ditutup dengan semangat optimisme. Ada benang merah yang jelas: upaya membangun Minahasa yang maju harus berjalan beriringan dengan penguatan mental dan spiritual warganya. Koordinasi ini adalah batu pijakan untuk merancang program yang lebih terintegrasi dan menyentuh.
Sebagai penutup, langkah Bupati RD dan Wakil Bupati Vasung ini mengirimkan pesan tegas tentang prioritas pemerintahan mereka. Di tengah dinamika pembangunan fisik dan ekonomi, ruang untuk mengokohkan fondasi rohani justru diperlebar. Kini, tinggal menunggu aksi lanjutan dan implementasi nyata di lapangan, untuk mengubah komitmen di Jakarta menjadi berkah yang dirasakan seluruh masyarakat Minahasa. (Josel)











