Kepedulian Nyata Gubernur Sulut, Korban Banjir Sitaro Dapat Perawatan Lanjutan di Manado

resized_compressed_1767962567843

MANADO, CHANELPOST.com – Kepedulian Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, terhadap warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Sitaro terus ditunjukkan secara nyata.

Dalam keterbatasan fasilitas yang dialami masyarakat Siau, perhatian Pemerintah Provinsi Sulut tidak hanya diwujudkan melalui penyaluran bantuan logistik, tetapi juga langkah konkret penyelamatan dan penanganan medis korban.

Juru bicara Gubernur Sulut, Dr. Denny Mangala MSi, yang juga menjabat Asisten I dan Plh Kadis Kominfo Sulut, mengatakan keputusan merujuk sejumlah korban ke Manado diambil setelah Gubernur bersama Pangdam, Kapolda, dan Dandim meninjau langsung kondisi warga terdampak di lokasi bencana.

“Setelah melihat langsung kondisi warga, baik di pengungsian, puskesmas, maupun rumah sakit di Siau, Pak Gubernur menilai ada pasien yang penanganannya belum optimal karena keterbatasan fasilitas kesehatan di Sitaro,” ujar Mangala.

Berdasarkan hasil peninjauan tersebut, Gubernur segera menugaskan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulut bersama tim medis untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap para korban.

Hasil diagnosis medis menyimpulkan lima pasien, terdiri dari empat orang dewasa dan satu anak, harus dirujuk ke Manado untuk mendapatkan penanganan lanjutan yang lebih memadai.

“Pada Jumat (09/01/2026), lima pasien tersebut diberangkatkan dari Siau menuju Manado menggunakan kapal Bakamla yang difasilitasi oleh Kepala Bakamla Sulut,” jelasnya.

Lanjut Denny, setibanya di Pelabuhan Laut Munte, Likupang, para pasien langsung dijemput menggunakan ambulans dan dirujuk ke RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado.

Mangala menambahkan, sebagian pasien mengalami luka cukup serius sehingga membutuhkan penanganan lanjutan dengan fasilitas medis yang lebih lengkap.

Pemerintah Provinsi Sulut berharap melalui perawatan intensif ini, para korban dapat segera pulih dan kembali menjalani aktivitas bersama keluarga di daerah asal mereka.
(NalBido)