Andrei Angouw Dinilai Layak Maju di Pilgub Sulut: Birokrasi Tanpa Tekanan hingga Transportasi Modern
Manado, Chanelpost.com – Menjelang kontestasi Pemilihan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) mendatang, nama Andrei Angouw semakin santer disebut sebagai salah satu kandidat terkuat. Bukan tanpa sebab, rekam jejak kepemimpinannya selama dua periode dinilai telah membawa perubahan fundamental bagi wajah ibu kota provinsi. Sorotan tajam terhadap kinerja Andrei Angouw kali Datang dari kalangan aktivis kondang yang selama ini dikenal kritis terhadap kebijakan pemerintah.
Aktivis PAMI, Jeffrey Sorongan, secara terbuka menyampaikan pandangannya mengenai sosok yang dinilainya layak memimpin Sulawesi Utara ke depan. Dalam pernyataannya di Manado, Rabu (4/3/2026), Jeffrey tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga menguraikan secara rinci tiga fondasi utama yang telah dibangun Andrei Angouw selama masa kepemimpinannya.
“Sulawesi Utara akan lebih baik nantinya jika dipimpin oleh sosok yang tepat. Saya sudah mengamati langsung perjalanan periode pertama dan kedua kepemimpinan beliau,” ujar Jeffrey mengawali pernyataannya. Ia menekankan pentingnya melihat rekam kerja seorang pemimpin secara utuh, bukan hanya dari janji-janji politik di atas kertas.
Poin pertama yang disoroti oleh Jeffrey adalah sistem birokrasi yang dibangun. Ia mengungkapkan bahwa salah satu keistimewaan Andrei Angouw adalah kemampuannya memberikan kepercayaan penuh kepada aparatur sipil negara (ASN) untuk bekerja tanpa tekanan. “Beliau melihat para pejabat eselon II itu seperti kawan, sebagai mitra kerja. Namun di balik suasana kekeluargaan itu, beliau menuntut program kerja yang nyata dan terukur. Itulah keseimbangan yang ideal dalam birokrasi modern,” jelas aktivis yang kerap mengkritisi sistem pemerintahan ini.
Menariknya, pernyataan Jeffrey Sorongan ini disampaikan Rabu, (4/3/2026), di sela-sela diskusi publik yang membahas tentang kriteria pemimpin ideal di era disruptif. Baginya, gaya kepemimpinan yang merangkul namun tetap berorientasi pada hasil adalah kunci untuk memajukan daerah yang memiliki keragaman tantangan seperti Sulawesi Utara.
Tak berhenti di birokrasi, Jeffrey kemudian mengarahkan sorotannya pada aspek fisik pembangunan. Menurutnya, infrastruktur yang digagas oleh Andrei Angouw sangatlah baik dan menjadi pembeda dengan daerah lain di Sulut. “Saya mau lihat perbandingan dengan kota atau kabupaten yang lain. Ternyata, mereka tidak bisa mengejar apa yang telah dikerjakan oleh Andrei. Jalan-jalan di Kota Manado ini buktinya, kualitasnya sangat bagus dan tertata,” tegasnya.
Aspek ketiga yang tak kalah penting adalah sistem transportasi umum. Jeffrey mencatat adanya kemajuan signifikan dalam layanan transportasi massal di kota, meskipun ia mengakui bahwa program tersebut merupakan bagian dari bantuan pemerintah pusat. “Walaupun itu adalah bantuan, tetapi saya melihat ada kemajuan pesat dalam pemanfaatannya. Sekarang ini, banyak masyarakat yang beralih menggunakan transportasi umum. Artinya, sistem ini menjawab kebutuhan warga,” paparnya.
Pengamatannya di lapangan menunjukkan bahwa bus-bus umum yang beroperasi kini tidak lagi sepi, melainkan menjadi pilihan utama mobilitas masyarakat. Hal ini, menurut Jeffrey, membuktikan bahwa sebuah program bantuan bisa berhasil jika dikelola dengan visi yang brilian dan eksekusi yang tepat di daerah. “Ini bukti bahwa Andrei mampu mengelola sumber daya dengan pikiran-pikiran cemerlangnya,” tambahnya.
Dengan segala pencapaian tersebut, Jeffrey Sorongan menegaskan bahwa sudah sangat tepat jika Andrei Angouw maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) mendatang. Ia melihat figur tersebut memiliki modalitas yang kuat, terlepas dari mesin partai politik yang akan mengusungnya nanti. “Apapun partainya, apakah beliau akan naik dari partai yang sekarang mendukung atau dari partai lain, yang terpenting adalah track record-nya sudah jelas,” kata Jeffrey.
Ia pun menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk memberikan kesempatan kepada Andrei Angouw memimpin level yang lebih tinggi. “Saya pikir, pikiran brilian yang telah terbukti di tingkat kota harus diperluas cakupannya untuk kemajuan provinsi. Beri beliau kesempatan untuk membawa Sulawesi Utara seperti apa yang telah dilakukannya di Manado,” pungkas Jeffrey.
Pernyataan dari kalangan aktivis seperti Jeffrey Sorongan ini menambah daftar panjang dukungan moral terhadap potensi pencalonan Andrei Angouw. Di tengah dinamisnya peta politik jelang Pilgub Sulut, suara dari elemen Aktifis ini menjadi penanda bahwa publik tidak hanya melihat popularitas, tetapi juga konkretnya hasil kerja seorang pemimpin. (**)






