Tak Mau Sulut Tertinggal, Gubernur Yulius Bentuk Tim Khusus Pemburu Program Strategis

resized_compressed_1769262831715

MANADO, CHANELPOST.com — Di tengah semakin ketatnya kran anggaran daerah, Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus mengambil langkah strategis dengan membentuk Tim Khusus Gubernur untuk Percepatan Akses Program Strategis.

Tim ini disebut Gubernur sebagai “pancaindra gubernur”, yang bertugas memastikan Sulawesi Utara tidak tertinggal dalam perebutan program-program nasional yang kini lebih banyak terpusat di kementerian dan lembaga.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Yulius saat menyerahkan Surat Keputusan (SK) Tim Khusus yang dirangkaikan dengan rapat perdana, di Wisma Negara Bumi Beringin, Sabtu (24/01/2026).

Kegiatan itu turut dihadiri Sekretaris Provinsi Sulawesi Utara, Tahlis Galang, serta sejumlah pimpinan OPD pendamping.Susunan Personalia Tim Khusus Gubernur Sulut:

Koordinator Tim: Susi F. Sigar
Sekretaris Tim: Ivanry Matu
Wakordinator Bidang Perencana Strategis dan Hubungan Antar Lembaga: Fanny A. Wulur
Wakordinator Bidang Stakeholder dan Prasarana Strategis Daerah: Julius Jems Tuuk
Wakordinator Bidang Komunikasi dan Kerja Sama: Elisabeth A. Lihiang.

Gubernur secara terbuka mengakui tantangan fiskal yang dihadapi daerah. Menurutnya, alokasi bantuan pemerintah pusat ke daerah semakin terbatas, sementara porsi anggaran justru lebih banyak terkonsentrasi di tingkat pusat.

“Kalau kita pasif, Sulawesi Utara akan tertinggal. Tim khusus ini harus aktif mengejar dan mengamankan program strategis di pusat untuk kepentingan daerah,” ucap Gubernur.

Saya menjelaskan, pembentukan Tim Khusus dimaksudkan untuk menjembatani keterbatasan OPD yang selama ini disibukkan oleh rutinitas birokrasi. Timsus diharapkan mampu mempercepat proses pengusulan, sinkronisasi, hingga pengawalan program strategis nasional agar tepat sasaran dan tepat waktu.

Dalam perannya, Tim Khusus menjadi perpanjangan mata dan telinga gubernur, sekaligus motor penggerak lobi dan koordinasi lintas kementerian.

Gubernur Yulius menargetkan mulai tahun 2026, tim ini mampu menghadirkan program nasional yang berdampak luas, berkelanjutan, dan menjadi warisan pembangunan monumental bagi Sulawesi Utara.

“Pembangunan harus berimbang dan merata, tetapi juga saling melengkapi. Tujuan akhirnya Sulut harus maju dan berdaya saing,” pungkasnya.(NalBido)