Vanda Sarundajang: Menyiapkan Langkah Nyata di Meja Koordinasi Gizi
Minahasa, M_Nusantara.com – Di sebuah pagi yang cerah di Manado, Kamis (29/1/2026), ruang rapat lantai enam Kantor Gubernur Sulawesi Utara memancarkan atmosfer harapan yang berbeda. Di sana, duduk tenang Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, menyimak dengan penuh konsentrasi. Pertemuan itu bukan sekadar rapat biasa, melainkan sebuah koordinasi strategis untuk mempercepat program yang menyentuh hati banyak keluarga: Makanan Bergizi Gratis (MBG) se-Sulawesi Utara.
Dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Sulut, Dr. J. Victor Mailangkay, rapat koordinasi itu menjadi bukti komitmen pemerintah untuk bersinergi. Suara Wakil Gubernur lantang menguraikan visi besar di balik program ini, yaitu menciptakan landasan kesehatan yang kokoh bagi generasi penerus. “Ini bukan sekadar pemenuhan perut, tapi investasi masa depan melalui peningkatan gizi dan kualitas kesehatan anak-anak sekolah,” demikian salah satu poin yang ditekankannya, menggambarkan skala prioritas yang mendesak.
Di antara para Wakil Bupati dan Wakil Wali Kota se-Sulut yang hadir, Ibu Vanda, begitu sapaan akrabnya, tampak serius mendokumentasikan setiap arahan. Wajahnya mencerminkan kesadaran akan tugas besar yang diemban. Program MBG di Kabupaten Minahasa bukan hanya angka di laporan, tetapi tentang senyum anak-anak yang bisa belajar dengan perut kenyang dan otak yang siap menyerap ilmu.
Kehadiran Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Sulut, Christiano Talumepa, semakin memperteas bahwa program ini membutuhkan pendekatan holistik. Pembahasan tidak hanya terfokus pada distribusi makanan, tetapi juga pada sustainability, keterlibatan petani lokal, dan dampak ekonomi bergerak di baliknya. Rapat menjadi jembatan antara kebijakan makro provinsi dan realitas mikro di setiap kabupaten dan kota.
Sebagai representasi Kabupaten Minahasa, Ibu Vanda tidak datang sendirian. Ia didampingi oleh dua pilar penting dalam eksekusi program: Kepala Dinas Pangan dan Kepala Dinas Pendidikan. Formasi pendampingan ini menunjukkan pendekatan yang terintegrasi, di mana aspek logistik pangan berpadu dengan mekanisme distribusi di dunia pendidikan. Strategi ini diharapkan dapat memastikan bantuan tepat sasaran, tepat gizi, dan tepat waktu.
Dalam forum itu, berbagai pengalaman, tantangan, dan solusi dari daerah mulai mengalir. Setiap daerah memiliki karakteristiknya masing-masing, namun tujuan mereka satu: mempercepat program MBG. Sinergi ini diharapkan dapat memangkas birokrasi, mempercepat inovasi, dan menciptakan model terbaik yang bisa diterapkan secara luas, termasuk di Minahasa.
Ketika rapat berakhir, langkah Ibu Vanda Sarundajang meninggalkan ruang rapat terasa lebih mantap. Ada tugas konkret yang menanti: menerjemahkan komitmen provinsi menjadi aksi nyata di setiap sekolah di Minahasa. Program MBG bukan lagi sekadar wacana di atas kertas, melainkan sebuah janji yang sedang dipacu wujudnya, dimulai dari koordinasi di lantai enam itu, untuk masa depan anak-anak Sulawesi Utara yang lebih sehat dan cerdas. (Josel)






