Kehadiran pimpinan daerah tersebut menjadi bentuk empati dan dukungan moril bagi keluarga yang tengah berduka.
Almarhumah diketahui meninggal dunia pada Minggu, 29 Maret 2026, dalam usia 93 tahun 1 bulan 11 hari.
Dalam kesempatan itu, Bupati RD menyampaikan ungkapan belasungkawa kepada keluarga.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Minahasa, saya menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhumah Ibu Fietje Waani,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa kepergian seorang ibu merupakan kehilangan yang mendalam, mengingat perannya sebagai sosok penuh kasih yang merawat, membimbing, serta menjadi teladan dalam keluarga.
Meski demikian, ia mengajak keluarga untuk tetap memiliki pengharapan.
“Sebagai orang percaya, kita meyakini bahwa setiap kehidupan berada dalam rencana Tuhan yang indah dan sempurna,” katanya.
RD juga mengajak keluarga untuk mensyukuri usia panjang yang telah dijalani almarhumah, yang diwarnai dengan kasih, pengorbanan, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam suasana duka tersebut, ia turut mengutip firman Tuhan dalam Yohanes 14:1 sebagai penguatan iman.
“Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku,” kutipnya.
Ia berharap keluarga tetap kuat dan bersandar kepada Tuhan.
“Percayalah bahwa Tuhan akan memberikan penghiburan dan damai sejahtera dalam menjalani hari-hari ke depan,” ucapnya.
Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Sekretaris Daerah Lynda Watania serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa. (Her’N)