Gubernur Sulut dan Pj. Sekda Adu Strategi di Papan Catur Meriahkan HUT ke-80 RI

SULUT, ChanelPost.com — Peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di Sulawesi Utara tahun ini tak hanya diwarnai upacara resmi, tetapi juga momen unik yang menyatukan tawa, sorakan, dan rasa kebersamaan. Usai apel pencanangan Jumat (8/8/2025) yang dipimpin Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling, SE, suasana berubah menjadi lebih santai dengan rangkaian lomba khas kemerdekaan. Namun, satu momen berhasil mencuri panggung: duel catur antara Gubernur dengan Pj. Sekda Sulut, Tahlis Gallang, AP., SIP, MM.

Di meja catur utama, dua sosok pimpinan daerah ini duduk berhadapan. Tatapan fokus keduanya seakan membuktikan bahwa strategi bukan hanya berlaku di dunia pemerintahan, tetapi juga di papan permainan. Setiap langkah bidak yang diambil memicu tepuk tangan dan teriakan semangat dari penonton.

Meski disebut “duel”, suasana pertandingan jauh dari tegang. Sesekali Gubernur melontarkan senyum dan candaan, diiringi respons santai dari Tahlis Gallang. Permainan menjadi ajang adu kecerdikan yang dibungkus keakraban, membuktikan bahwa kepemimpinan juga bisa dibangun lewat kebersamaan di luar ruang rapat.

“Ini permainan yang ringan, tapi maknanya dalam. Kita merayakan kemerdekaan bukan hanya dengan upacara, tapi dengan rasa persatuan yang nyata,” ujar seorang ASN yang turut menyaksikan jalannya laga.

Selain catur, beragam lomba tradisional seperti balap karung dan tarik tambang meramaikan halaman acara. Sorak-sorai dan tawa mengiringi setiap kompetisi, menghadirkan nuansa gembira sekaligus menghidupkan kembali semangat gotong royong yang menjadi ruh peringatan kemerdekaan.

Pertandingan catur akhirnya usai tanpa menitikberatkan siapa pemenangnya. Justru, momen itu meninggalkan kesan bahwa di usia ke-80 Republik Indonesia, Sulut merayakan kemerdekaan dengan cara yang menumbuhkan rasa persaudaraan, memupuk semangat positif, dan mengajak semua pihak untuk terus menjaga persatuan.

Sorak “Merdeka!” pun menggema, menutup hari itu dengan keyakinan bahwa persatuan adalah strategi terbaik untuk masa depan bangsa. (Ivan)