Bupati Robby dan Saga Konsolidasi Daerah di Rakernas APKASI

Screenshot_20260119-202956_WhatsApp

Batam, Chanelpost.com- Ballroom Hotel Aston Batam pagi itu, Senin (19 Januari 2026), memancarkan gelora kebersamaan. Suara gemuruh diskusi dan sapa-salam akrab membaur di udara, menandai dimulainya sebuah perhelatan penting. Di tengah kerumunan para pemimpin daerah dari seantero Nusantara itu, hadir sosok Bupati Minahasa, Robby Dondokambey, yang juga menjabat Koordinator Wilayah Sulawesi APKASI. Kehadirannya tidak sendiri; ia didampingi sang istri, Ketua TP-PKK Minahasa Martina W. Dondokambey Lengkong, serta Sekretaris Daerah Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, membentuk delegasi yang solid penuh kesan.

Rakernas XVII APKASI 2026 resmi dibuka oleh Ketua Umum APKASI, Bursah Zarnubi. Dalam sambutannya yang tegas, Zarnubi menekankan bahwa pertemuan ini adalah benteng terakhir menjaga semangat otonomi. “Ini ruang konsolidasi agar kebijakan pembangunan daerah tetap pada koridornya, tidak tergerus oleh arus sentralisasi,” serunya. Kata-katanya seakan menyiratkan sebuah perjuangan kolektif untuk memastikan denyut nadi pembangunan tetap berdetak dari desa dan kabupaten, bukan hanya dari pusat.

Usai pembukaan, Bupati Robby Dondokambey berbagi pandangannya. Dengan tenang namun penuh keyakinan, ia menjelaskan bahwa tiga hari ke depan adalah momen krusial. “Rakernas ini adalah momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan peran APKASI sebagai jembatan aspirasi daerah ke pemerintah pusat,” ujarnya. Baginya, ini lebih dari sekadar rapat kerja; ini adalah pertemuan hati dan pikiran para pengelola daerah.

Tema besar ‘Wujudkan Asta Cita untuk Daerah yang Sejahtera’ menjadi kompas perbincangan. Bupati Robby menegaskan, tema ini bukan sekadar slogan. “Ini wadah untuk menyatukan langkah, menyuarakan aspirasi, dan memastikan program pusat-daerah selaras demi rakyat,” tegasnya. Setiap kata yang diucapkan mencerminkan komitmennya, bukan hanya untuk Minahasa, tetapi untuk solidaritas antar-kabupaten secara nasional dalam meraih cita-cita kesejahteraan.

Sebuah momen simbolis turut mewarnai hari pertama rakernas: peluncuran buku “25 Praktik Terbaik Pemerintah Kabupaten”. Buku yang terbit bertepatan dengan perak APKASI ini seperti monumen pencapaian. Di dalamnya terekam jejak inovasi dari pelosok daerah, mulai dari pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, hingga pemberdayaan ekonomi. Setiap halaman adalah cerita tentang kreativitas lokal yang lahir dari otonomi.

Tampak pula dalam delegasi Minahasa sejumlah kepala dinas dan kepala bagian yang aktif mengikuti setiap sesi. Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan Kabupaten Minahasa tidak hanya dalam menyampaikan suara, tetapi juga dalam menyerap ilmu dan praktik baik dari daerah lain. Mereka bergerak dinamis, berjejaring, dan berdiskusi, menjadikan rakernas ini sebagai laboratorium pembelajaran pemerintahan yang hidup.

Di sela-sela sidang pleno, obrolan strategis dan pertukaran kartu nama berlangsung intens. Bupati Robby, didampingi Sekda Lynda Watania, terlihat menjalin komunikasi dengan berbagai pihak. Percakapan itu bukan basa-basi, melainkan upaya nyata membangun sinergi konkret, mencari titik temu berbagai program, dan memperkuat posisi tawar daerah dalam percaturan pembangunan nasional.

Hari pertama Rakernas APKASI XVII berakhir dengan bekal agenda yang padat dan semangat yang menguat. Bagi Bupati Robby Dondokambey dan segenap delegasi Minahasa, suasana di Batam ini mengukuhkan keyakinan bahwa jalan mereka untuk memajukan Minahasa berada pada rel yang benar: melalui penguatan otonomi, pertukaran inovasi, dan kesatuan visi dengan seluruh kabupaten di Indonesia. Perjalanan masih berlanjut untuk dua hari ke depan, dengan harapan baru untuk daerah yang lebih sejahtera. (Josel)