FMPS: Media Harus Jadi Pilar Perdamaian di Tengah Ketegangan Politik
Meningkatnya ketegangan politik nasional yang berujung aksi unjuk rasa di sejumlah daerah mendorong Forum Media Pewarta Sulut (FMPS) menyerukan pentingnya peran media dalam menjaga perdamaian dan persatuan bangsa.
Ketua FMPS Sulut, Wisye Elga Maramis, menegaskan jurnalis tidak boleh kehilangan arah dalam menjalankan tugasnya.
“Media tidak boleh memihak kelompok tertentu. Objektivitas dan independensi adalah dasar utama agar pers mampu menjadi perekat persatuan bangsa,” ujarnya, Senin (1/9/2025).
Menurutnya, situasi politik yang dinamis harus dihadapi dengan narasi yang mendinginkan suasana. Media, kata Wisye, berperan vital mencegah provokasi, meredam potensi konflik, serta mendorong terciptanya iklim kondusif bagi pembangunan.
“Publikasi yang baik akan mempercepat pembangunan. Anggota FMPS harus beretika dan menjadi contoh positif di tengah masyarakat,” tambahnya.
FMPS juga mengutip pesan Presiden Prabowo Subianto yang meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh upaya adu domba.
“Indonesia di ambang kebangkitan, jangan sampai kita dipecah belah,” ujar Presiden dalam pernyataannya baru-baru ini. Pesan tersebut menjadi dasar kampanye damai FMPS di Sulawesi Utara.
Sebagai wadah pewarta, FMPS berkomitmen tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga ruang untuk meningkatkan profesionalisme jurnalis. Forum ini mendukung kebijakan pemerintah yang berpihak pada rakyat, serta memastikan informasi yang disampaikan dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat.
Komitmen tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 16, yang menekankan pentingnya perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh. FMPS juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk gerakan pemuda yang mengusung kampanye damai dan inklusi sosial.
“Damai itu indah,” pesan Wisye yang kini menjadi semboyan kampanye FMPS di Bumi Nyiur Melambai. Dengan semangat kebersamaan, FMPS menegaskan kesiapan jurnalis Sulawesi Utara untuk menjadi garda terdepan dalam memperkuat demokrasi, menjaga netralitas, serta merawat persatuan bangsa.
(Victor)






