Tak Sekadar Bantuan: Gubernur YSK Menyapa Warga di Tengah Reruntuhan
MANADO, ChanelPost.com — Langit masih mendung, hujan belum sepenuhnya reda. Tapi langkah Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Kandou (YSK), tak goyah. Kamis pagi (7/8), ia datang langsung menyusuri lorong-lorong sempit di Kelurahan Mahakeret Timur, lokasi bencana angin puting beliung yang memporak-porandakan puluhan rumah warga.
Di tengah sisa reruntuhan dan tangis duka, kehadiran Gubernur YSK membawa secercah harapan. Dengan jaket hujan dan sepatu boots, ia menyapa satu per satu warga terdampak, menanyakan kondisi mereka, dan menyerahkan bantuan secara langsung. Bukan hanya paket bantuan, tetapi juga pelukan hangat dan kata-kata penguatan.
“Kami hadir bukan sekadar membawa bantuan, tapi untuk memastikan kalian tidak sendirian menghadapi ini,” ujar YSK dengan suara mantap namun penuh empati.
Bencana yang terjadi sekitar pukul 07.30 WITA itu merusak 42 rumah, sembilan di antaranya nyaris rata dengan tanah. Sekitar 40 kepala keluarga kini harus bertahan di tengah ketidakpastian, kehilangan tempat tinggal dan sebagian besar harta benda mereka.
Namun di tengah keterpurukan itu, sentuhan langsung dari pemimpin daerah menjadi kekuatan tersendiri bagi para korban. “Kami sangat terharu. Gubernur datang sendiri, bukan cuma duduk di kantor dan menyuruh orang lain,” ungkap seorang ibu dengan mata berkaca-kaca.
YSK membawa serta bantuan logistik berupa makanan siap saji, beras, air minum, kasur, matras, dan kebutuhan dasar lainnya. Meski bantuan itu mungkin tak seberapa, namun di mata warga, perhatian langsung seperti inilah yang mereka butuhkan: hadir, melihat, dan mendengar.
Lebih dari itu, YSK juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang masih mengancam wilayah Sulawesi Utara. “Saya sudah instruksikan BMKG untuk memberikan pembaruan real-time kepada masyarakat. Kita harus terus waspada,” katanya.
Pemerintah daerah pun bergerak cepat. Bersama BPBD dan instansi terkait, mereka menyusun rencana pemulihan, termasuk program rehabilitasi rumah warga yang rusak. YSK menegaskan bahwa dukungan pemerintah tidak akan berhenti di bantuan awal saja.
Aksi cepat sang gubernur mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat yang berharap komitmen ini benar-benar berlanjut hingga warga bisa pulih dan bangkit.
Di Mahakeret Timur hari itu, warga melihat lebih dari sekadar simbol negara. Mereka melihat seorang pemimpin yang mau turun ke tanah, yang mengulurkan tangan tanpa banyak kata. Bagi mereka, itulah makna kepemimpinan sejati — hadir ketika langit gelap, dan membawa harapan di tengah puing-puing. (Ivan)






