Sejarah Baru Ditulis di Ruang Sidang Bupati

20260115_130311

Minahasa, Chanelpost.com – Suasana di Ruang Sidang Kantor Bupati Minahasa pada Kamis pagi itu berbeda. Udara tidak hanya berisi formalitas protokoler, tetapi dihirup semangat baru. Para undangan menyaksikan sebuah peralihan estafet kepemimpinan yang akan menentukan arah pelayanan kemanusiaan di daerah ini untuk lima tahun ke depan.

Di depan para pejabat dan undangan terkemuka, Ketua PMI Sulawesi Utara, Annie Dondokambey, dengan khidmat memimpin prosesi pelantikan. Setiap nama yang disebut dan setiap sumpah yang diikrarkan terasa seperti sebuah janji kolektif. Janji untuk siap siaga, siap merespons, dan siap menolong.

Bupati Robby Dondokambey, yang kini secara resmi menyandang gelar Pelindung PMI Minahasa, membangunkan semua yang hadir dari sekedar rutinitas. “Ini adalah panggilan kemanusiaan,” suaranya menggema, menekankan bahwa tugas PMI jauh melampaui sekadar administrasi organisasi. Ia menggambarkan PMI sebagai ujung tombak yang mustahil digantikan.

Lebih lanjut, Bupati memetakan medan tugas yang berat. Potensi bencana alam dan dinamika sosial masyarakat Minahasa, menurutnya, adalah dua sisi tantangan yang menuntut kearifan dan ketangkasan ekstra. Namun, di balik peringatan itu, tersirat sebuah jaminan: Pemerintah Daerah akan berdiri sebagai sandaran dan mitra strategis yang solid.

Sorotan kemudian beralih ke sosok yang menerima tongkat komando, Sarah Dondokambey. Dengan ketenangan yang penuh keyakinan, Ketua PMI Minahasa yang baru ini langsung merinci langkah nyata. Visinya jelas: membangun kekuatan dari bawah. Koordinasi dengan relawan di tiap kecamatan dan pembinaan PMR di sekolah-sekolah menjadi fondasi utamanya.

“Transparansi adalah napas kami,” tegas Sarah, menyentuh poin yang sangat sensitif di telinga publik. Dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan kompleksitas masalah sosial, ia berjanji untuk mengedepankan inovasi dan akuntabilitas penuh dalam mengelola setiap kepercayaan yang diberikan masyarakat.

Dari tingkat provinsi, Annie Dondokambey memberikan penekanan pada nilai-nilai inti. Ia mengingatkan bahwa roh PMI adalah kerelawanan dan kemandirian. “Kita terjun ke lapangan untuk membantu, bukan untuk mencari pujian,” pesannya singkat namun dalam, menyentuh hakikat sejati dari pekerjaan kemanusiaan yang sering kali tak terlihat.

Dari sudut pandang komunikasi, Johnny Tendean melihat momentum ini dengan kacamata strategis. Pelantikan ini, katanya, adalah peluang untuk mengokohkan posisi PMI bukan hanya sebagai pelaku, tetapi juga sebagai bagian dari perumusan kebijakan publik yang berpihak pada keselamatan warga.

Kehadiran pilar-pilar lain seperti Ketua TP-PKK Martina Dondokambey-Lengkong dan Sekda Lynda D. Watania bukanlah sekadar daftar hadir. Mereka adalah simbol nyata dari jaring pengaman kolaboratif yang sedang ditenun, sebuah sinergi multipihak yang menjadi kunci ketangguhan daerah.

Dengan prosesi yang telah usai, tugas sesungguhnya kini dimulai. Para pengurus yang baru dilantik akan segera berhadapan dengan realitas; dari siaga bencana, pelayanan donor darah, hingga pendidikan kesehatan. Mereka membawa beban harapan dari seluruh lapisan masyarakat Minahasa.

Maka, babak baru pun dimulai. Sebuah babak yang ditandai dengan tekad untuk lebih responsif, transparan, dan selalu hadir di garis depan. Bagi PMI Minahasa, perjalanan panjang mengabdi pada kemanusiaan telah memasuki satu fase baru yang penuh tantangan dan komitmen. (Josel)