Gemuruh di Tompaso: New Year Cup 2026 Hiburkan Masyarakat dan Bangkitkan Sport Tourism

20260104_170759

Minahasa, Chanelpost.com – Suasana pagi di Gelanggang Pacuan Kuda Maesa Tompaso pada Sabtu (3/1/2026) sudah semarak. Gemuruh riuh penonton yang datang dari berbagai penjuru Sulawesi Utara memadati tribun, menanti dimulainya Kejuaraan Pacuan Kuda New Year Cup 2026. Acara tahunan ini bukan sekadar ajang olahraga, tetapi telah menjadi tradisi masyarakat dalam menyambut tahun baru, memadukan adrenalin sportif dengan kegembiraan hiburan rakyat.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan kehadiran Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE. Beliau tiba didampingi secara khusus oleh Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, SS. Kehadiran pimpinan daerah ini menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap event olahraga tradisional yang sarat nilai budaya.

Sekilas pandang, mata Gubernur dan Wabup menangkap panorama yang luar biasa. Puluhan kuda pacu terbaik dari berbagai daerah di Sulut sudah siap di garis start, dikendalikan oleh joki-joki andal. Setiap detail persiapan, dari kondisi lintasan hingga kesiapan panitia, tampak diperhatikan dengan saksama oleh kedua pemimpin tersebut, sambil sesekali menyapa masyarakat.

Vanda Sarundajang, dalam pendampingannya, turut menyoroti aspek pembinaan olahraga. “Ini adalah wadah yang sangat baik untuk menempa atlet-atlet pacuan kuda kita. Bakat-bakat muda bisa bersaing secara sehat dan terukur,” ujarnya. Gelanggang Maesa Tompaso, menurutnya, bukan hanya arena pacuan, tetapi juga sekolah bagi atlet untuk mengasah kemampuan.

Lebih dari sekadar ajang kompetisi, New Year Cup 2026 diyakini memiliki dampak ekonomi yang nyata. Gelaran ini menarik minat wisatawan domestik, yang secara otomatis menggerakkan sektor perdagangan dan jasa di sekitar Tompaso dan Kawangkoan. Kuliner, penginapan, dan cinderamata lokal mendapatkan panggung tersendiri, mendorong perekonomian kerakyatan.

Dukungan masyarakat dan pemerintah daerah benar-benar terlihat nyata. Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Pemprov Sulut, serta Camat Kawangkoan dan Camat Tompaso yang aktif mendampingi dan memastikan kelancaran acara. Kolaborasi antar level pemerintahan ini memperlihatkan komitmen bersama untuk melestarikan tradisi yang berdaya ekonomi.

Harapannya, seperti disampaikan dalam sambutan Gubernur, event seperti ini dapat menjadi tulang punggung sport tourism Sulawesi Utara. Pacuan kuda, dengan daya tarik dan tradisinya yang mengakar, berpotensi besar mempromosikan Minahasa dan Sulut secara lebih luas ke kancah nasional, menarik lebih banyak kunjungan dan investasi.

Saat lomba usai dan sorak-sorai penonton mereda, New Year Cup 2026 telah meninggalkan kesan mendalam. Acara ini berhasil menegaskan dirinya sebagai perpaduan sempurna antara pelestarian budaya, pengembangan olahraga, dan penguatan ekonomi. Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan antusiasme masyarakat, gelaran ini dipastikan akan terus menjadi magnet kebanggaan daerah di tahun-tahun mendatang. (JS)